
BENER MERIAH – Sengketa lahan SD Negeri Sepeden, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah akhirnya selesai setelah Pemerintah daerah Kabupaten Bener Meriah melalui Dinas Pertanahan menyerahkan uang ganti rugi kepada keluarga Sulaiman aman Radian sebanyak Rp 240 juta.
Uang tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun anggaran 2025.
Kabid Dinas Pertanahan Kabupaten Bener Meriah, Adria mengatakan dari hasil penilaian Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP) maka pemerintah harus membayar sebesar Rp 370 juta untuk Sulaiman dan Rp 18 juta untuk Suyono.
Namun, karena uang di Dinas Pertanahan tidak cukup maka disepakati untuk tahap awal pemda membayarkan Rp 240 juta untuk Sulaiman sisanya akan dibayarkan pada tahun 2026.
“Karena anggaran tidak cukup proses pembayaran dilakukan bertahap. Tahap awal kita bayar Rp 240 juta untuk Sulaiman, sementara untuk Suyono masih dalam proses kemungkinan untuk tahun ini akan di bayar Rp 3 juta sisanya akan dibayar tahun 2026,”kata Adria, Jumat (29/8/2025).
Adria mengatakan, luas lahan milik Sulaiman yang di ganti rugi mencapai 1.699 meter, sedangkan milik Suyono 70 meter.
“Tidak ada hitungan harga per meter. Tapi, untuk Sulaiman di bayarkan keseluruhannya Rp 370 juta, dan Suyono 18 juta,”ungkapnya.
Seperti di ketahui, sebelumnya akibat sengketa lahan SD Negeri Sepeden, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah tidak ada titik terang keluarga Sulaiman aman Radian sempat mem blokir sekolah tersebut.
Akibatnya, ratusan siswa SD Sepeden terpaksa harus mengikuti proses belajar mengajar di Meunasah dan TPA Kampung Wih Tenang Ukun, Dusun Sepeden.
Kemudian, Pemda dan wali murid dan masyarakat pun membangun sekolah baru yang berkontruksi papan secara swadaya.
Belangkangan, Pemda Bener Meriah dan pihak keluarga Sulaiman telah menyepakati lahan tersebut diganti rugi.
Untuk saat ini, ratusan murid SD negeri Sepeden telah kembali ke sekolah tersebut. Bahkan pemda Bener Meriah telah mengalokasikan anggaran rehabilitasi ruang kelas yang saat ini telah di tender kan dengan pagu Rp 479,7 juta.



