Bener Meriah — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bener Meriah menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak pengungsi yang terdampak banjir dan longsor, Jum’at (12/12/2025), Kegiatan pemulihan psikososial tersebut dipusatkan di lokasi pengungsian SMPN 2 Pante Raya, Kecamatan Wih Pesam, yang kini menampung puluhan keluarga dari berbagai kampung terdampak.
Dalam kegiatan tersebut, PMI Bener Meriah menurunkan tim Psikososial beserta tenaga kesehatan. Bertindak sebagai psikolog pendamping adalah Iko Prananda, yang memimpin rangkaian aktivitas pemulihan emosional untuk membantu anak-anak mengurangi rasa takut, cemas, dan tekanan psikologis pasca bencana.
Ketua PMI Bener Meriah Dr Jawahir Syahputra mengatakan bahwa kegiatan trauma healing ini menjadi bagian penting dari layanan pemulihan bagi penyintas, terutama anak-anak yang mengalami perubahan drastis akibat bencana. “Kami ingin memastikan bahwa kesehatan psikologis anak-anak tetap terjaga. Mereka perlu ruang aman untuk bermain, tertawa, dan mengekspresikan perasaan setelah mengalami situasi yang menegangkan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi psychological first aid (PFA), permainan pemulihan emosional (trauma healing games), seni menggambar, senam ceria, serta sesi bercerita yang bertujuan menumbuhkan kembali rasa aman pada diri anak.
Psikolog kegiatan, Iko Prananda, menjelaskan bahwa trauma pada anak dapat muncul dalam bentuk murung, sulit tidur, gelisah, hingga takut berpisah dari orang tua. Melalui kegiatan psiko sosial seperti ini, anak-anak diberikan kesempatan untuk melepaskan ketegangan dengan cara yang positif. “Kita membantu anak-anak mengekspresikan emosi mereka sehingga tidak terpendam dan tidak berkembang menjadi gangguan psikologis lebih lanjut,” katanya.
Anak-anak tampak antusias mengikuti berbagai permainan dan aktivitas ceria yang disiapkan. Suasana pengungsian yang sebelumnya tegang berubah lebih hidup dan penuh tawa.
PMI Bener Meriah memastikan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan di beberapa titik pengungsian lainnya sesuai kebutuhan, sebagai bagian dari komitmen memberikan pelayanan kemanusiaan yang menyeluruh bagi warga terdampak bencana.





