
Bupati Bener Meriah, Ir. H. Tagore Abubakar (kanan), Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (tengah), dan Ketua TP PKK Aceh, Marliana Usman (kiri), saat diwawancarai oleh gayopotnews.com usai meninjau penanaman Nilam di Pintu Rime Gayo.
Bener Meriah – Program penanaman Nilam di Dusun Sesongo, Desa Alur Gading, Kecamatan Pintu Rime Gayo terus dikebut dengan target lahan seluas 1.200 hektar. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) bersama Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marliana Usman, serta Sekretaris Daerah Provinsi Aceh, Muhammad Nasir, S.IP., MPA turun langsung meninjau perkembangan di lapangan.
Bupati Bener Meriah, Ir. H. Tagore Abubakar, menjelaskan bahwa dari total 400 ribu bibit Nilam yang disiapkan, saat ini sudah tertanam sekitar 200 ribu bibit. Program ini melibatkan kerja sama dengan PT Elite Agriculture Industri serta mitra perusahaan Gayo Patchouli. Tidak hanya fokus pada penanaman, rencana besar juga mencakup pembangunan 20 pabrik pengolahan Nilam untuk memperkuat rantai produksi.
“Nilam saat ini memiliki nilai ekonomi tinggi. Harga di pasar mencapai Rp850 ribu hingga lebih dari Rp1 juta per liter. Jika tanaman tumbuh optimal, satu hektar lahan bisa menghasilkan sekitar 100 liter minyak Nilam,” ungkap Tagore.
Lebih lanjut ia menyebutkan, sebagian masyarakat sudah mulai menanam Nilam dengan sistem tumpang sari. Dari satu hektar lahan, sekali panen bisa menghasilkan sekitar 60 liter minyak Nilam. Dengan siklus panen setiap 3 bulan (empat kali dalam setahun), potensi pendapatan petani bisa mencapai Rp48 juta per hektar hanya dari sekali panen.
“Ini masih estimasi rendah. Bila dikelola dengan baik, Nilam bisa menjadi salah satu solusi nyata dalam menekan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pintu Rime Gayo,” jelas Tagore.
Gubernur Aceh bersama rombongan juga menyempatkan diri melihat langsung berbagai peralatan pertanian modern. Di antaranya drone pertanian atau pesawat nirawak yang berfungsi untuk memantau lahan serta teknologi pendukung lainnya.
Menariknya, kunjungan Gubernur Aceh kali ini sebenarnya tidak terjadwal secara resmi. Namun karena rasa ketertarikannya yang besar terhadap prospek Nilam, beliau sengaja menyempatkan diri berhenti untuk melihat langsung proses penanaman bersama masyarakat.





