Bener Meriah – Konten kreator sekaligus pegiat lingkungan Jerhemy Owen menginisiasi gerakan penanaman 250 ribu pohon di Aceh. Gerakan ini menyasar sejumlah wilayah, salah satunya kawasan CRU DAS Peusangan, Desa Jalung, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.
Penanaman pohon dilakukan pada Sabtu (18/7/2026). Sebanyak 250 ribu bibit pohon disiapkan dalam gerakan tersebut. Jenisnya beragam, mulai dari kopi, jeruk lemon hingga petai cina.
Tak sekadar menanam pohon, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat kembali menjaga hutan sebagai sumber kehidupan.
“Kalau kita ingin menjaga lingkungan, tidak cukup hanya berbicara. Kita harus mulai menanam dan merawatnya,” ujar Jerhemy Owen dalam kegiatan tersebut.
Uniknya, proses penanaman di kawasan CRU DAS Peusangan turut diwarnai prosesi adat Gayo. Tari Guel ditampilkan dalam rangkaian kegiatan. Prosesi adat juga dilakukan sebelum bibit pohon ditanam ke tanah.
Hamdani menjelaskan prosesi tersebut memiliki makna mendalam tentang hubungan antara manusia, tanaman, dan alam.
“Maknanya menyatukan tanaman dengan alam sekitar. Tanah sebagai sumber kehidupan, air sebagai kebutuhan asupan, angin sebagai napas kehidupan, dan matahari atau api sebagai penguat kehidupan,” kata Hamdani.
Dalam prosesi itu, masyarakat juga menyampaikan salam kepada penjaga hutan, alam, air, serta berbagai unsur yang dipercaya memiliki keterkaitan dengan keseimbangan alam.
“Intinya adalah amanat untuk sama-sama menjaga tanaman yang ditanam. Tanaman yang kita tanam hanya sedikit, sedangkan milik alam jauh lebih banyak, yaitu hutan,” ujarnya.
Gerakan penanaman 250 ribu pohon tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Jerhemy Owen mengajak masyarakat untuk ikut merawat pohon yang telah ditanam dan menjaga kawasan hutan sebagai bagian penting dari kehidupan.
“Menanam adalah awal. Yang paling penting adalah merawat dan memastikan pohon-pohon ini tumbuh,” pungkasnya.





