BENER MERIAH – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bener Meriah menyalurkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran yang terjadi di Desa Gunung Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Rabu (17/6/2026).
Peristiwa kebakaran yang terjadi pada rabu pagi tersebut menghanguskan lima unit rumah warga dan menyebabkan satu rumah lainnya terdampak. Akibat kejadian tersebut, sejumlah keluarga harus kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
Kedatangan tim PMI Kabupaten Bener Meriah disambut langsung oleh Camat Timang Gajah, Candra Sasmita, S.STP., M.Si., bersama aparatur Desa Gunung Tunyang saat penyaluran bantuan pada Kamis sore.
Kepala Markas PMI Kabupaten Bener Meriah, Iko Prananda, mengatakan bantuan yang diberikan berupa logistik kebutuhan dasar dan perlengkapan yang dibutuhkan para korban untuk menghadapi masa darurat pascakebakaran.
“PMI hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah. Bantuan masa panik yang kami salurkan berupa logistik dan kebutuhan pokok lainnya agar dapat dimanfaatkan oleh korban dalam masa darurat,” ujar Iko Prananda.
Menurutnya, penyaluran bantuan dilakukan langsung kepada para korban di lokasi kejadian guna memastikan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Bener Meriah, dr. Jawahir Syahputra, M.K.M., menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa warga Desa Gunung Tunyang. Ia menegaskan bahwa PMI akan terus hadir memberikan pelayanan dan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Musibah ini tentu menjadi duka bagi kita semua. PMI Bener Meriah berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam situasi darurat dan bencana sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan,” kata dr. Jawahir Syahputra.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau, guna mengurangi risiko terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.
Dengan adanya bantuan masa panik tersebut, diharapkan dapat membantu meringankan beban para korban serta memenuhi kebutuhan dasar mereka selama masa tanggap darurat.





