REDELONG – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bener Meriah kembali menunjukkan komitmennya dalam pelayanan kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan obat-obatan ke Desa Kem yang hingga kini masih terisolir akibat akses jalan terputus. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (14/12/2025).
Tim PMI Bener Meriah harus menempuh perjalanan sekitar tujuh kilometer dari Buntu Kepies menuju Desa Kem. Medan yang dilalui terbilang berat, karena tim harus melewati jembatan yang masih ambruk serta jalur longsor yang di sepanjang jalan masih dalam tahap pembukaan darurat oleh alat berat.
Udi Azhar, Tim Kesehatan PMI Bener Meriah, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi lapangan yang belum sepenuhnya aman.
“Perjalanan dari Buntu Kepies ke Kem kurang lebih tujuh kilometer. Kami berangkat berlima, termasuk satu orang psikolog pendamping. Akses sangat sulit, jembatan masih ambruk dan di beberapa titik masih longsor,” ujarnya.
Meski menghadapi berbagai kendala, tim berhasil menyalurkan obat-obatan yang diperkirakan cukup untuk kebutuhan warga selama satu bulan ke depan. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada bidan desa setempat untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selain layanan kesehatan, PMI Bener Meriah juga memberikan perhatian khusus pada kondisi psikologis anak-anak terdampak. Tim Psikososial PMI melaksanakan kegiatan trauma healing melalui program psikososial yang dikemas dengan permainan dan aktivitas edukatif.
Psikolog pendamping PMI, Iko Prananda, menuturkan bahwa pemulihan mental anak-anak menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana.
“Tawa anak-anak adalah harapan kita. Melalui kegiatan psikososial ini, kami ingin membantu anak-anak kembali merasa aman dan ceria di tengah situasi sulit yang mereka alami,” ungkapnya.
PMI Bener Meriah memastikan akan terus memantau kondisi warga Desa Kem serta siap memberikan bantuan lanjutan sesuai kebutuhan, baik dari sisi kesehatan maupun dukungan psikososial, hingga akses dan aktivitas masyarakat kembali normal.





