Bener Meriah – Pembangunan jembatan penghubung antara Dusun Tetipis Desa Blang Tampu menuju Desa Rembele kecamatan Bukit, kabupaten Setempat hingga kini belum rampung, meski kontrak pengerjaan proyek tersebut diketahui akan berakhir pada 4 November 2025. Kondisi di lapangan memunculkan tanda tanya besar terkait transparansi dan keseriusan pihak pelaksana.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keheranannya terhadap proyek tersebut.
“Waktu saya lihat, plang nama proyeknya pun tidak ada. Jembatannya memang sudah tampak berdiri, tapi belum bisa dilewati karena jalan penghubungnya belum selesai,” ujarnya kepada wartawan, Minggu 02/11/2015
Warga menilai, absennya papan informasi proyek menimbulkan kecurigaan publik terhadap kejelasan sumber anggaran serta nilai kontraknya. “Kalau plang saja tidak ada, bagaimana kami tahu ini proyek siapa, berapa nilainya, dan siapa pelaksananya?” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bener Meriah membenarkan bahwa masa kontrak pembangunan jembatan tersebut akan berakhir pada 4 November 2025. Namun hingga kini, pekerjaan di lapangan belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian penuh.
Warga berharap pemerintah daerah turun langsung meninjau dan menindaklanjuti keterlambatan tersebut. Sebab, jembatan itu merupakan akses vital yang menghubungkan warga dua wilayah dan sudah lama dinantikan.
“Kami cuma ingin jembatan ini benar-benar selesai dan bisa digunakan. Jangan sampai setelah kontrak habis, kami yang dirugikan,” pungkas warga itu.





