BENER MERIAH – Markas PMI Bener Meriah mulai membuka pelayanan kesehatan bagi masyarakat di tengah kondisi daerah yang masih berstatus darurat bencana. Warga dari berbagai kecamatan, bahkan dari luar kabupaten, terlihat mendatangi markas PMI untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka.
Ketua PMI Bener Meriah, dr. Jawahir Syahputra, M.K.M, mengatakan pelayanan kesehatan di markas PMI merupakan bagian penting dari tugas kemanusiaan yang harus terus berjalan, terutama di situasi darurat seperti saat ini.
“Dalam kondisi bencana, kehadiran PMI untuk memberikan pelayanan kesehatan menjadi prioritas agar masyarakat yang membutuhkan dapat segera terbantu,” ujar dr. Jawahir.
Sejumlah warga terpaksa berjalan kaki menuju Markas PMI karena akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan. Situasi ini diperparah dengan sulitnya ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).
Selain pelayanan kesehatan, warga juga memanfaatkan layanan Restoring Family Links (RFL) untuk berkomunikasi dengan keluarga mereka yang hingga kini belum dapat dihubungi.
“Masyarakat berharap layanan ini dapat mengurangi kecemasan mereka, terutama yang belum berhasil berkomunikasi dengan keluarga atau anak-anak yang sedang menempuh pendidikan di Aceh maupun di luar daerah,” jelas dr. Jawahir.




