Salis Ridha, S.H., M.Kn (kiri) dan Tadarus, S.H., M.Kn (kanan) berpose dengan toga wisuda usai resmi menyandang gelar Magister Kenotariatan di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh
Banda Aceh – Kisah perjuangan dua pemuda asal Kabupaten Bener Meriah ini layak menjadi inspirasi. Terlahir dari keluarga sederhana dengan latar belakang petani, Salis Ridha, S.H., M.Kn dan Tadarus, S.H., M.Kn, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih gelar Magister Kenotariatan (M.Kn) di Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.
Perjalanan mereka membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk menempuh pendidikan tinggi. Dengan kerja keras, tekad kuat, serta doa orang tua, keduanya mampu menyelesaikan program pascasarjana yang dikenal penuh tantangan akademik.
Salis Ridha mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah, ini bukan hanya prestasi pribadi, tapi juga buah doa orang tua dan dukungan keluarga. Kami ingin membuktikan bahwa anak petani pun bisa sukses menempuh pendidikan setinggi mungkin,” ujarnya penuh haru.
Sementara itu, Tadarus menegaskan bahwa keberhasilan mereka bukanlah akhir, melainkan awal untuk terus berkontribusi.
“Kami berharap anak-anak muda di kampung tidak menyerah dengan keterbatasan. Pendidikan adalah jalan untuk mengubah masa depan. Jangan berhenti bermimpi,” katanya.
Prestasi keduanya mendapat apresiasi luas dari masyarakat Bener Meriah. Banyak yang menilai pencapaian ini bukan hanya kebanggaan keluarga, tetapi juga menjadi motivasi nyata bagi generasi muda Gayo untuk berjuang meraih ilmu setinggi-tingginya.
Dengan gelar magister yang kini mereka sandang, Salis Ridha dan Tadarus berkomitmen mengabdikan diri di bidang hukum, khususnya pelayanan kenotariatan yang profesional, amanah, dan bermanfaat bagi masyarakat.





