Bener Meriah — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bener Meriah kembali menunjukkan kepedulian kemanusiaan dengan turun langsung memberikan layanan kesehatan dan pendampingan psikososial kepada warga Kampung Singahmulo, pascabencana longsor dan banjir bandang, Minggu 21/12/2025
Tim relawan PMI yang terdiri dari Udi Azhar, Iko Prananda (psikolog pendamping), Reni Novrianti, Nani Kasmizar, SE, Rusli, Alwin Putra, serta relawan desa, disambut langsung oleh aparatur Kampung Singahmulo dan bidan desa di kantor reje setempat.
Usai koordinasi, tim bergerak menuju rumah salah satu keluarga korban banjir bandang. PMI melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Bu Marlina dan ketiga anaknya. Sang suami diketahui meninggal dunia akibat diterjang banjir bandang pada November lalu.
Suasana haru tak terelakkan saat Bu Marlina menceritakan detik-detik tragedi yang merenggut nyawa suaminya. Beberapa relawan PMI pun tampak meneteskan air mata saat proses pemeriksaan berlangsung. Selain layanan kesehatan, PMI Bener Meriah juga menyalurkan bantuan untuk Bu Marlina dan anak-anaknya.
Tak hanya keluarga korban, masyarakat Kampung Singahmulo terlihat sangat antusias memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang diberikan PMI pascabencana.
Psikolog pendamping PMI, Iko Prananda, mengatakan bahwa kondisi psikologis korban cukup berat. “Ini bukan terapi yang mudah, perlu pendampingan berkelanjutan agar trauma dapat perlahan pulih,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PMI Bener Meriah dr. Jawahir Syahputra, M.K.M menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PMI untuk hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana.
“Kami berharap keluarga yang ditinggalkan almarhum diberikan ketabahan, kesehatan, dan kesabaran. Musibah ini tidak ada satu pun yang menginginkan, namun di baliknya pasti ada hikmah,” kata Jawahir.
Ia juga mengapresiasi perjuangan para relawan PMI Bener Meriah yang tetap menjangkau wilayah sulit akses, serta relawan perempuan yang sigap memberikan dukungan moral kepada istri dan anak-anak korban banjir bandang.
“Ini bukti bahwa kemanusiaan tetap berjalan meski di tengah keterbatasan,” pungkasnya.




