Redelong, GayoPostNews.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bener Meriah, Riswandika Putra, S.STP., M.AP., menegaskan pentingnya keseriusan peserta dalam mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Tahap II UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Redelong Tahun Anggaran 2026.

Penegasan tersebut disampaikan Riswandika saat membuka secara resmi pelatihan yang digelar UPTD BLK Redelong, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Bener Meriah, di Aula BLK Pante Raya, Selasa (1/9/2026).

Di hadapan para peserta, Riswandika meminta kesempatan mengikuti pelatihan tidak disia-siakan. Menurutnya, pelatihan vokasi bukan sekadar kegiatan untuk mendapatkan sertifikat, melainkan momentum membangun keterampilan yang nantinya dapat menjadi bekal memasuki dunia kerja maupun membuka usaha.

“Jangan datang ke tempat pelatihan ini hanya sekadar hadir tanpa ada keseriusan untuk menimba ilmu. Tujuan Anda datang ke sini adalah untuk belajar. Karena itu, seraplah ilmu yang diberikan dengan baik,” tegas Riswandika.

Ia mengatakan, dunia usaha dan industri saat ini membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga mempunyai keterampilan sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Karena itu, peserta diminta aktif mengikuti setiap materi dan praktik yang diberikan instruktur sehingga setelah menyelesaikan pelatihan benar-benar memiliki kemampuan yang dapat diterapkan.

“Kita ingin peserta yang keluar dari Balai Latihan Kerja ini adalah orang-orang yang memiliki kualitas dan skill di dunia kerja,” ujarnya.

Riswandika juga berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi modal bagi peserta untuk meningkatkan kemandirian ekonomi, termasuk membuka peluang usaha sesuai bidang yang dipelajari.

Diikuti 112 Peserta, Ada dari Aceh Tengah hingga Bireuen

Sementara itu, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Bener Meriah, Abdul Kadir, ST., M.Si., dalam laporannya menyampaikan Pelatihan Vokasi Nasional tersebut diikuti sebanyak 112 peserta.

Peserta terdiri dari 52 laki-laki dan 60 perempuan. Mereka tidak hanya berasal dari Kabupaten Bener Meriah, tetapi juga dari sejumlah daerah lainnya, di antaranya Kabupaten Aceh Tengah, Bireuen, Sigli dan beberapa kabupaten tetangga.

Menurut Abdul Kadir, seluruh peserta memperoleh fasilitas selama mengikuti pelatihan. Fasilitas tersebut meliputi uang saku, pakaian praktik, konsumsi, buku modul atau materi pelatihan serta BPJS Ketenagakerjaan.

“Semua peserta pelatihan diberikan fasilitas berupa uang saku, baju praktik, konsumsi, buku modul atau buku materi, dan BPJS Ketenagakerjaan,” terangnya.

Adapun tujuh paket pelatihan yang diberikan mencakup Servis Sepeda Motor Sistem Injeksi, Pemasangan Instalasi Listrik Sederhana, Menjahit Pakaian dengan Mesin, Pembuatan Hiasan Busana Menggunakan Mesin Bordir Manual, Praktik Office, Peracikan Minuman Kopi, dan Pembuatan Roti.

Abdul Kadir menambahkan, beragam bidang pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan pilihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus membuka ruang bagi peserta untuk menciptakan lapangan usaha sendiri.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun membuka peluang usaha secara mandiri,” pungkasnya.