Redelong, gayopostnews.com – Bupati Bener Meriah Ir. H. Tagore Abubakar menghadiri Apel Kebangsaan Indonesia Damai dan Deklarasi Damai dengan tema “Bersatu dalam Kebhinekaan, Menjaga Persatuan Bangsa” yang digelar di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Bener Meriah, Senin (24/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan serta membangun komitmen bersama dalam menciptakan Bener Meriah yang aman dan damai.
Apel kebangsaan itu dihadiri Wakil Bupati Bener Meriah Ir. H. Armia, Danrem 011/LW Brigjen TNI Ali Amran, jajaran TNI-Polri, Ketua DPRK Bener Meriah Mhd. Saleh, S.E., Kepala Kejaksaan Negeri Bener Meriah Edward, S.H., Danyonif 114/SM Letkol Inf Fahrul Yuza, Sekda Bener Meriah Riswandika Putra, S.STP., M.A.P., para kepala SKPK, organisasi kemasyarakatan, organisasi perempuan, tokoh masyarakat dan masyarakat Bener Meriah.
Dalam laporan panitia, Sekda Bener Meriah Riswandika Putra mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk menjaga persatuan, keamanan, ketertiban dan kedamaian di tengah masyarakat.
“Melalui apel kebangsaan dan deklarasi damai ini, diharapkan semakin tumbuh kesadaran masyarakat untuk mengedepankan persaudaraan, toleransi, serta menyelesaikan setiap perbedaan dengan cara damai dan bermartabat,” ujarnya.
Tagore: Tanoh Gayo Rumah Kita Bersama
Dalam sambutannya, Bupati Tagore Abubakar mengingatkan bahwa Indonesia dibangun di atas keberagaman. Perbedaan suku, bahasa, adat, budaya dan agama harus menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan, bukan menjadi alasan untuk terpecah.
“Dalam konteks Kabupaten Bener Meriah, semangat kebangsaan dan perdamaian harus terus kita jaga. Tanoh Gayo adalah rumah kita bersama. Karena itu, mari kita pertahankan kemerdekaan dan Merah Putih,” kata Tagore.
Menurutnya, mempertahankan kemerdekaan di era sekarang tidak lagi dengan mengangkat senjata, tetapi dengan menjaga persatuan, kerukunan, keamanan dan semangat gotong royong.
“Mari kita amalkan Pancasila, hormati setiap perbedaan, jaga kedamaian Tanoh Gayo, dan bersama-sama membangun Bener Meriah agar semakin maju, sejahtera dan bermartabat. Merah Putih tidak cukup hanya dikibarkan di tiang, tetapi harus selalu berkibar di hati dan tercermin dalam setiap pengabdian kita kepada daerah dan bangsa,” tegasnya.
Tagore juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi kondisi darurat, termasuk bencana maupun keadaan luar biasa lainnya.
“Semangat yang harus kita bangun adalah cepat bertindak, kuat bersinergi dan selalu mengutamakan keselamatan serta kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Radio Rimba Raya dan Reje Linge
Dalam kesempatan itu, Tagore mengajak masyarakat kembali mengenang sejarah Radio Rimba Raya yang pernah memainkan peran penting dalam mempertahankan eksistensi Republik Indonesia di tengah perjuangan kemerdekaan.
Menurutnya, Radio Rimba Raya bukan sekadar peninggalan sejarah, tetapi simbol perjuangan, keberanian dan persatuan yang harus dikenalkan kepada generasi muda.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengenang sejarah Reje Linge sebagai bagian dari perjalanan panjang masyarakat Tanoh Gayo.
“Sejarah para pendahulu harus menjadi sumber inspirasi bagi generasi sekarang untuk menjaga persatuan, melestarikan nilai perjuangan dan membangun Bener Meriah dengan semangat kebersamaan serta cinta tanah air,” ungkapnya.
Tagore kemudian mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Mari kita selesaikan setiap perbedaan dengan musyawarah, saling menghormati dan mengedepankan kepentingan masyarakat serta daerah. Semoga kebersamaan yang kita bangun menjadi kekuatan untuk menjaga kedamaian dan membangun Bener Meriah yang maju, sejahtera, aman dan bermartabat,” demikian Tagore.
Danrem: Jangan Mudah Terprovokasi
Sementara itu, Danrem 011/LW Brigjen TNI Ali Amran mengajak seluruh peserta untuk menjadikan apel kebangsaan sebagai momentum memperkuat rasa cinta tanah air sekaligus mengenang jasa para pahlawan.
Ia mengingatkan generasi penerus agar tetap berpegang teguh pada Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat memicu perpecahan.
“Sebagai penerus bangsa, kita harus setia dan mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Jangan mudah terprovokasi dengan kejadian yang mengarah pada perpecahan NKRI,” ujarnya.
Ali Amran juga mengajak masyarakat mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, integritas dan karya nyata.
Menurutnya, persatuan dan kedamaian merupakan modal penting untuk menjaga keutuhan bangsa sekaligus membangun masa depan Indonesia.
Apel kebangsaan dan deklarasi damai tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga persatuan, kerukunan dan kedamaian di Kabupaten Bener Meriah.





