Takengon, Gayopostnews.com – Tim SAR gabungan belum menemukan Endang Fauzi, warga Kampung Delung Sekinel, Kemukiman Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, yang diduga hanyut terbawa arus sungai. Hingga hari ketiga pencarian, Selasa (13/10/2026), keberadaan korban masih belum diketahui.

Pencarian terkendala hujan yang terus mengguyur kawasan tersebut. Kondisi itu menyebabkan debit air sungai meningkat dan arus semakin deras, sehingga membatasi ruang gerak tim di lapangan.

Ketua SAR Bener Meriah, Julianto, mengatakan tim telah menyisir aliran sungai sejauh lebih dari 10 kilometer sejak hari pertama pencarian.

Pada dua hari pertama, penyisiran dilakukan dari lokasi korban diduga hanyut hingga ke pertemuan Sungai Linge dan Sungai Jamat. Memasuki hari ketiga, pencarian diperluas ke wilayah Samar Kilang, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah.

Di kawasan tersebut, tim memprioritaskan penyisiran pada bagian sungai yang relatif datar dan tidak memiliki tebing curam. Namun, cuaca buruk dan meningkatnya debit air membuat pencarian hanya dapat dilakukan sejauh sekitar tiga kilometer.

“Curah hujan yang terus berlangsung menyebabkan debit air sungai meningkat drastis. Kondisi ini menyulitkan proses pencarian, sehingga keselamatan personel harus menjadi prioritas,” ujar Julianto, Rabu (14/10/2026).

Operasi pencarian melibatkan Basarnas Unit Siaga SAR Takengon, Satgas SAR Bener Meriah, TRC BPBD Aceh Tengah, TRC BPBD Bener Meriah, TNI, Polri, serta masyarakat setempat.

Pencarian Dilanjutkan Hari Keempat

Tim SAR gabungan berencana melanjutkan pencarian pada hari keempat dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan ketinggian debit air sungai.

Jika kondisi memungkinkan, penyisiran akan kembali diarahkan ke bagian hulu dengan perkiraan jarak mencapai 10 kilometer guna memperluas area pencarian.

Berdasarkan hasil survei dan analisis sementara, korban diperkirakan berpotensi terbawa arus hingga ke wilayah yang lebih jauh, bahkan mencapai Aceh Utara. Perkiraan tersebut didasarkan pada derasnya arus sungai dan kondisi aliran pascabanjir.

Meski demikian, keberadaan Endang Fauzi hingga kini belum diketahui. Tim SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian dengan menyesuaikan strategi terhadap perkembangan kondisi di lapangan.

Tingginya debit air, derasnya arus, serta potensi hujan susulan masih menjadi tantangan utama dalam operasi tersebut. Tim berharap cuaca segera membaik agar penyisiran dapat diperluas dan pencarian berjalan lebih optimal (Gona)